Ini Dia 9 Kelompok Manusia Yang di Bangkitkan Dihari Kiamat, Kamu Termasuk Kelompok Yang Mana?

Berdakwahselalu - Pada saat sangkakala ditiup pada tiupan pertama, maka berguncanglah bumi dan langit. Pada saat itu juga maka semua makhluk baik yang ada di langit dan di bumi akan merasa panik dan ketakutan. Bumi berguncang dengan guncangan yang dahsyat dan gunung-gunung beterbangan.

Kemudian pada tiupan kedua, maka seluruh makhluk yang bernyawa pasti akan mati. Baik itu manusia, jin, bahkan malaikat. Bahkan dikisahkan malaikat Izrail juga akan mati pada tiupan kedua ini. Dan kemudian pada tiupan ketiga, Allah akan membangkitkan seluruh makhluk untuk dihisab dan dimintai pertanggung jawabannya ketika hidup di dunia.

Ini Dia 9 Kelompok Manusia Yang di Bangkitkan Dihari Kiamat, Kamu Termasuk Kelompok Yang Mana?
Sumber: Makintau.com
Saat dibangkitkan, manusia akan dikelompokkan menjadi berkelompok-kelompok dengan berbagai macam rupa dan bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan amal ibadahnya. Hal ini tertera dalam hadits berikut ini, pada suatu ketika Mu'adz menghadap Rasulullah SAW dan menanyakan tentang makna firman Allah SWT:

"yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok," [QS. An-Naba ayat 18]

Mendengar pertanyaan tersebut, seketika Rasulullah mendadak menangis tersedu-sedu hingga pakaiannya basah karena air matanya. Kemudian Rasulullah berkata, "Wahai Mu'adz, pertanyaanmu sangat dalam, tentang urusan yang sangat penting. Saat itu, umatku dihimpun menjadi beberapa kelompok", dengan perincian sebagai berikut:

Kelompok Pertama

Umatku dibangkitkan dari kubur tanpa tangan dan kaki, hal itu disebabkan pada semasa hidupnya ia selalu mengganggu dan menyakiti tetangganya. Keadaan seperti itu adalah balasan bagi mereka, dan neraka adalah tempat kembali mereka. Sebagaimana firman Allah SWT yang menyuruh kita untuk saling berbuat baik:

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri," [QS. An-Nisa ayat 36]

Kelompok Kedua

Kelompok kedua ini adalah mereka yang dibangkitkan dari kubur dalam keadaan berbentuk seperti babi hutan, ini dikarenakan mereka semasa hidupnya yang suka mengabaikan shalat, meremehkannya atau lalai dalam shalatnya. Allah SWT berfirman:

"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya," [QS. Am-Ma'un ayat 4-5]

Kelompok Ketiga

Kelompok ketiga yaitu umatku dibangkitkan dari alam kubur dalam keadaan perutnya membesar bagaikan bukit, penuh ular dan kalajengking. Mereka seperti keledai, hal itu dikarenakan akibat dari perbuatannya yang suka menangguhkan pembayaran zakat, neraka adalah tempatnya.

Kelompok Keempat

Kelompok keempat ini dibangkitkan dari kubu dengan mulut 
mengeluarkan darah segar. Ini akibat dia suka berdusta dalam jual beli, itulah balasannya dan neraka adalah tempat tinggalnya. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih." [QS. Ali Imran ayat 77]

Kelompok Kelima

Mereka dari umatku itu bangkit dari alam kuburnya dengan bentuk angin berbau busuk di antara manusia. Ini akibat suka merahasiakan perbuatan maksiat kepada masyarakat, takut terbongkar, namun tidak ada rasa takut terhadap Allah, itulah balasan untuk mereka dan neraka adalah tempatnya.

Allah SWT berfirman:

"mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan." [QS. An-Nisa' ayat 108]

Kelompok Keenam

Adalah mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dengan tidak memiliki lidah, darah dan nanah mengalir dari rongga mulutnya. Hal ini diakibatkan karena mereka suka menyembunikan persaksian yang benar, itulah balasan bagi mereka dan neraka adalah tempatnya.

Kelompok Ketujuh

Mereka dibangkitkan dari alam kubur dalam keadaan terjungkir, kepala dibawah dan kaki diatas. Ini adalah hukuman bagi mereka yang berbuat zina dan mati dalam keadaan tidak bertaubat, dan tempatnya adalah neraka.

Allah berfirman:

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." [QS. Al-Isra ayat 32]

Kelompok Kedelapan

Mereka dibangkitkan dari alam kubur dengan wajah hitam, bola matanya biru dan perut penuh dengan bara api, ini karena mereka suka menyantap harta anak yati, dengan cara yang tidak sah. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." [QS. An-Nisa ayat 10]

Kelompok Kesembilan

Adalah mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dengan marah dan hati yang buta, giginya terlihat seperti lembu jantan, bibirnya menjulur ke dada, lidahnya memanjang sampai perut, bahkan ada yang sampai ke paha, sementara kotorannya mengalir dari perut mereka. Inilah rupa bagi mereka para pemabuk yang suka mabuk-mabukan, dan tempat yang layak bagi mereka adalah neraka.

Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." [QS. Al-Maidah ayat 90]

Sedangkan bagi orang-orang beriman.

Mereka dibangkitkan dari kuburnya dengan wajah bercahaya, seperti sinar bulan purnama melewati sirath al-Mustaqim. Secepat kilat menyambar angin Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan,

"Mereka adalah orang-orang yang melakukan amal kebajikan, menjauhi segala kemaksiatan, rajin memenuhi panggilan shalat, dan mati sesudah bertobat. Maka ganjaran mereka adalah: pengampunan, rahmat, dan ridha, serta surga dari Allah Ta'ala"

Demikianlah keadaan manusia ketika menjelang hisabnya. Maka dari itu, mari kita jauhi segala hal yang dilarang oleh Allah SWT dan menjalankan apa yang Allah perintahkan kepada kita semua agar kelak di hari kiamat kita mendapatkan perlindungan-Nya. Amin. 

Sumber: Makintau.com

Wajib Tahu: Bacalah 4 Ayat Ini Saat Hamil, Niscaya Proses Melahirkan Berlangsung Mudah

Jalantauhid - Proses melahirkan merupakan bagian
paling berat yang harus dihadapi oleh ibu yang tengah mengandung. Dibutuhkan pengorbanan yang sangat luar biasa dari seorang ibu ketika menjalani proses ini. Bahkan mereka harus mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan sang buah hati.

Meskipun sudah melakukan berbagai cara untuk mewujudkan persalinan normal yang mudah dan lancar. Tidak jarang banyak ibu yang mengandung akhirnya terpaksa dioperasi karena sulitnya menjalani persalinan.  


Wajib Tahu: Bacalah 4 Ayat Ini Saat Hamil, Niscaya Proses Melahirkan Berlangsung Mudah
Sumber: Infoyunik.com
Ternyata, di dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat yang apabila dibaca agar bisa melahirkan dengan mudah. Ayat apa sajakah itu? Berikut ini ulasan selengkapnya untuk kaum muslimin agar bisa diamalkan.

1. QS. Ar-Ra’d: 8
Ayat pertama yang bisa dibaca untuk memudahkan ibu ketika hari persalinan terdapat dalam QS. Ar-Ra’d ayat 8.

“Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya”

Tidak seorangpun yang telah ditetapkan berumur panjang, kecuali telah ditetapkan Allah lebih dahulu dan tertulis di Lohmahfuz, tidak akan bertambah dan tidak akan berkurang. Oleh sebab itu, ketika dalam masa persalinan senantiasalah berdoa hanya kepada Allah SWT agar diberi kemudahan. Sebab Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

2. QS. Fathir: 11
Ayat yang harus dibaca selanjutnya ketika hendak ataupun dalam proses persalinan adalah QS. Fathir ayat 11. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan Allah menciptakan 
kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.”

Dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan mengenai kejadian Adam yang diciptakan langsung dari tanah, kemudian keturunannya dijadikan dari mani yang pada hakikatnya juga berasal dari tanah, karena mani itu berasal dari makanan dan makanan yang berupa beras, sayur-sayuran dan lain-lain berasal dari tanah. Kemudian mereka dijadikan berpasang-pasangan, terdiri dari laki-laki dan wanita. Tidak seorang perempuan yang mengandung atau melahirkan kecuali semuanya diketahui oleh Allah SWT, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Oleh sebab itu, serahkan semua kepada Allah dan percayalah bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. 

3. QS. An-Nahl: 78
Ketika hendak melahirkan atau sedang dalam prosesi lahiran, bacalah QS. An-Nahl ayat 78 ini agar Allah memudahkan  segala sesuatunya. Allah SWT berfirman yang artinya:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”

4. QS.  Al-Zalzalah: 1 - 8
Ayat terakhir yang dianjurkan untuk dibaca ketika menghadapi persalinan agar dimudahkan terdapat dalam QS. Al-Zalzalah ayat 1-8. Allah SWT berfirman yang artinya:

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

Demikianlah ulasan mengenai empat Ayat yang dianjurkan untuk dibaca agar bisa melahirkan dengan mudah. Selain itu, agar mempermudah prosesi persalinan, mintalah kepada suami untuk melakukan amalan-amalan berupa Sholat Fardlu atau Sholat Hajjat adalah Surat Al-Fatihah, Surat Maryam, Ayat Kursi dan perbanyak membaca Istighfar, Sholawat Nabi dan Hamdalah. Semoga ayat-ayat tersebut bisa membuat ibu dan janin dalam kandungan semakin dekat dengan Allah serta diberi kemudahan dalam melahirkan. 

Sumber: Infoyunik.com

Inilah 5 Tindakan Suami-Istri yang Akan Mendatangkan Pahala Besar

Jalantauhid - Sungguh bahagia pasangan yang sudah
mengikat janji suci dalam mahligai pernikahan. Selain bernillai ibadah, Islam juga sangat menjunjung tinggi pahala bagi mereka yang sudah menikah. Terlebih lagi bagi mereka yang menjalani hubungan berlandaskan syariat.

Banyak hal yang dilakukan pasangan suami istri untuk mewujudkan keluarga yang senantiasa berada di jalan Allah. Mulai dari beribadah bersama, mendidik buah hati mereka menjadi anak yang beriman, dan lain sebagainya. 


Inilah 5 Tindakan Suami-Istri yang Akan Mendatangkan Pahala Besar
Sumber: Infoyunik.com
Namun ternyata, selain melaksanakan hal tersebut ada perbuatan-perbuatan sepele yang mungkin jarang dilakukan oleh suami dan istri namun memiliki keistimewaan di mata Allah SWT. Perbuatan seperti apakah itu? Berikut ulasan selengkapnya.

1. Saling Memandang
Hal sepele pertama yang ternyata memiliki nilai besar di mata Allah SWT adalah ketika suami dan istri saling memandang. Mungkin hal ini terkesan remeh dan sepele, sehingga banyak orang yang merasa tidak perlu untuk melakukannnya. Bahkan setelah menikah, mereka jadi kikuk untuk melakukan hal tersebut terhadap pasangannya. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya,” kata Nabi Saw. menjelaskan, “maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)

2. Bergenggaman Tangan
Mungkin banyak pasangan yang enggan untuk menggenggam satu sama lainn ketika berjalan ataupun berada di 
dalam rumah. Padahal jika diketahui, ada pahala luar biasa dari Allah SWT. Ternyata menggenggam tangan pasangan bisa menghapuskan dosa. Pernyataan ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW.

“…Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jari-jema-rinya.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)

3. Membelai Istri
Selain menggenggam tangan satu sama lain, ternyata tindakan sepele yang mendatangkan pahala dari Allah SWT adalah membelai istri. Hal ini kerap kali dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada istrinya. Beliau senantiasa memberikan hak istri yakni untuk diperhatikan dan dimanja dengan belaian kasih sayang.

“Rasululloh SAW biasa setiap hari tidak melupakan untuk mengunjungi kami (para istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampirinya dan membelainya, sekalipun tidak mencampurinya, sehingga sampai ke tempat istri yang tiba gilirannya, lalu bermalam di situ.” (HR. Abu Dawud)

4. Membantu Pekerjaan Istri di Rumah
Hal sepele selanjutnya yang mendatangkan pahala dari Allah SWT adalah dengan membantu pekerjaan istri di rumah. Mungkin banyak suami yang enggan dan gengsi melakukan tindakan ini karena menganggap semua itu merupakan kewajiban istri saja. Namun sebenarnya membantu pekerjaan istri di rumah itu merupakan salah satu sunah Rasulullah..

Al-Aswad bin Yazid bertanya kepada Aisyah, “Apa yang biasa dilakukan Nabi s.a.w. di dalam rumah?” Aisyah menjawab, “Beliau biasa membantu pekerjaan istrinya. Bila tiba waktu shalat, beliau pun keluar untuk mengerjakan shalat”. [H.R. Bukhari]

5. Bercanda Antar Pasutri dan Anak
Hal terakhir yang mendatangkan pahala dari Allah SWT namun dianggap sepele oleh pasangan suami istri adalah bercanda antar pasangan dan anak mereka. Mungkin ada orangtua yang selalu memang tampang sangar di depan pasangan masing-masing dan buah hatinya. Namun, mulai sekarang hindarilah hal tersebut dan tertawalah bersama karena hal ini tidak dihitung sebagai kesia-siaan. 

”Segala sesuatu yang dijadikan permainan oleh anak Adam adalah bathil, kecuali tiga perkara, melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (mula’abah) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir , Silsilah As-Shahihah no. 309) (8/7).

Demikianlah ulasan mengenai perbuatan-perbuatan sepele suami istri yang mendatangkan pahala besar dari Allah SWT bahkan menjadi sunnah Rasulullah SAW. Setelah mengetahui hal ini mungkin akan banyak pasangan suami istri yang mempraktekkan di rumah agar rumah tangga mereka semakin harmonis. 

Sumber: Infoyunik.com

Inilah 7 Manfaat dan Ibadah Berhubungan Suami Istri di Pagi Hari

Berdakwahselalu - Manfaat hubungan suami istri di pagi hari harus diketahui agar mendapatkan manfaat tersebut. Meskipun malam hari adalah waktu favorit bagi kebanyakan suami istri untuk berhubungan. Hal ini dikarenakan pada malam hari, segala pekerjaan telah terselesaikan. Tapi, ternyata berhubungan suami istri memberikan manfaat ketika dilakukan pada pagi hari.

Inilah 7 Manfaat dan Ibadah Berhubungan Suami Istri di Pagi Hari
Sumber: Kumpulanmisteri.com
Inilah 7 Manfaat dan Ibadah Berhubungan Suami Istri di Pagi Hari
Kebanyakan suami istri melakukan hubungan intim pada malam hari karena beberapa hal. Namun, melakukan hubungan ini pada pagi hari juga akan memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh ataupun psikis. Oleh karena itu, suami istri perlu melakukan hubungan suami istri pada pagi hari agar mendapatkan manfaat ini, yaitu:

1. Peningkatan kekebalan tubuh
Apabila melakukan hubungan suami istri pada pagi hari maka kekebalan tubuh akan meningkat. Hal ini dikarenakan aktivitas hubungan intim dapat memicu peningkatan produksi hormon oksitosin dan antibodi yakni IgA sehingga tubuh terlindungi dari berbagai macam penyakit, seperti flu. Oleh karena itu, hubungan suami istri pada pagi hari akan melindungi tubuh dari serangan virus, kuman, atau bakteri sepanjang harinya.

2. Kepercayaan terbangun
Dalam hubungan pernikahan, krisis kepercayaan pasti pernah dialami oleh setiap orang, terlebih bagi mereka yang baru menikah. Salah satu penyebab seseorang dalam krisis kepercayaan adalah berkurangnya hormon oksitosin. Apabila seseorang melakukan hubungan suami istri maka homon oksitosinnya akan meningkat sehingga rasa percaya itu dapat stabil kembali. Selain hal itu, rasa percaya muncul karena hubungan suami istri dapat meningkatkan kenyamanan dan kebahagiaan antara keduanya jika tata cara hubungan suami istri dalam Islam dilakukan dengan benar.


3. Mencegah penyakit
jantung
Hubungan suami istri tidak hanya bermanfaat untuk alat reproduksi saja tetapi juga untuk organ lain dalam tubuh. Salah satu organ yang mendapatkan manfaat ini adalah jantung. Hubungan suami istri memberikan manfaat pada pikiran agar tidak mudah stres. Selain itu, hubungan suami istri juga mempengaruhi kerja jantung sehingga menghindarkan kita dari stroke dan serangan jantung.

4. Memperbesar kesempatan hamil
Apabila pasangan suami istri belum juga dikaruniai anak, maka berhubungan suami istri pada pagi hari dapat dijadikan sebagai solusi. Hal ini dikarenakan pada pagi hari, kesehatan fisik suami dan istri lebih prima setelah istirahat dengan tidur semalam. Selain itu, pada pagi hari seorang pria dapat mengeluarkan sperma lebih banyak. Agar lebih mantap coba lafalkan doa hubungan suami istri dalam Islam agar cepat mendapatkan manfaat ini.

5. Mood menjadi lebih baik
Setiap orang memiliki mood masing-masing, ada yang mudah berubah, ada juga yang menetap baik ataupun buruk. Mood yang buruk pada pagi hari dapat berpengaruh pada bagaimana kita mejalani kegiatan seharian, bahkan menjadikan kita mudah tersinggung, mengeluh dan berpandangan negatif. Apabila kita melakukan hubungan suami istri pada pagi hari maka dapat menimbulkan kebahagiaan. Sehingga seharian mood baik akan terjaga.

6. Stres berkurang
Melakukan hubungan suami istri dapat meringankan beban kehidupan yang membuat kita stres. Hal ini pun menjadikan suami ataupun istri lebih bersemangat dan produktif dalam menjalani keseharian. Inilah manfaat berhubungan suami istri dalam Islam pada pagi hari.

7. Tekanan darah turun
Bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi, pelukan pada pagi hari dapat menurunkan tekanan darah diastolik. Cara ini sangat aman digunakan untuk mengurangi tekanan darah yang tinggi sehingga mendapatkan kesehatan tubuh yang baik.

Demikian manfaat hubungan suami istri di pagi hari yang bisa didapatkan dan dapat dicoba bagi pasangan yang sudah menikah.
 
Sumber: Kumpulanmisteri.com

Ketahui! Bacalah 3 Doa Ini Jika Ingin Punya Anak Shaleh Taat Beragama

Jalantauhid - Memiliki anak saleh dan salehah adalah
idaman semua orang tua yang masih sadar akan adanya hari akhir. Tak sedikit orang tua tak peduli dengan kesalihan anaknya. Ada juga mendidik anaknya dengan tujuan menjadi anak saleh salehah, tapi keliru cara mendidiknya. Ditambah lagi dengan godaan duniawi, seperti tontonan yang tidak mendidik dan pengaruh teknologi.

Ketahui!  Bacalah 3 Doa Ini Jika Ingin Punya Anak Shaleh Taat Beragama
Sumber : google.co.id
Alangkah indahnya memiliki anak saleh dan salehah. Orang tua tak perlu kawatir dengan bekal yang dibawanya sedikit atau banyak. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus, kecuali dari tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang berdoa kepadanya,” (H.R. Muslim). Hadis ini menunjukan, anak saleh dan salehah bisa membantu dengan doa kepada orang tuanya setelah orang tuanya meninggal. 
“Didiklah anakmu 25 tahun sebelum lahir”. Demikian arti sebuah ungkapan yang banyak menyebutnya sebagai salah satu hadis. Hadi atau bukan, yang jelas maksud dari kalimat tersebut adalah pentingnya memilih calon ibu, serta doa sebagai penunjang mendapatkan anak saleh dan salehah. Rasul saw bersabda, “Tidak ada yang dapat menolak ketentuan Allah swt selain doa. Dan Tidak ada yang dapat menambah umur seseorang selain (perbuatan) baik,” (H.R. Tirmidzi 2065).
 
Betapa hebat sebuah doa bahkan bisa menolak ketentuan yang sudah Allah Swt. tetapkan. Anggaplah anak kita (insya Allah) memang yang terbaik, tapi kita tak pernah tahu takdir Allah 
apa yang Dia tentukan kepada anak kita. Bisa takdir yang baik, bisa yang buruk. Doa kitalah yang akan membentenginya dari takdir yang buruk. Doa kitalah yang akan menjadikan anak kita menjadi anak terbaik di dunia dan akhirat. 
Konten Doa yang paling baik adalah yang terdapat dalam teks al-Quran atau hadis. Nah, berikut ini, admin akan menginformasikan doa untuk mendapatkan anak saleh dan salehah yang terkandung dalam al-Quran dan hadis. 
Pertama, doa Nabi Ibrahim as saat meminta anak saleh. Bunyinya “Robbi hablii min al-shoolihiin.” “Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh,” (Q.S. Ash-Shaffaat: 100). Doa ini sangat bagus dibacakan di atas perut ibu sang bayi saat kehamilannya. Namun demikian, bagus pula bagi para pemuda yang mencita citakan kelak akan mendapatkan anak saleh dan salehah, menjadikan doa ini sebagai wirid dalam kesehariannya.
 
Kedua, doa Nabi Dzakariya as yang ingin dianugerahkan anak yang baik. “Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa.” “Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa,” (Q.S. Ali Imron: 38). Banyak ulama yang menganjurkan agar doa ini ditupkan di telinga anak saat anak tertidur. Bisa juga menjadi wirid orang tua setelah shalat. (Baca: Agar anak gemar berolahraga)
 
Ketiga, doa meminta kebaikan pada anak dan istri. Bacakan doa ini setelah selesai melaksanakan shalat lima waktu, “Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.” “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa,” (Q.S. al-Furqon: 74).
 
Tiga doa tadi diajarkan oleh Allah swt, kepada nabiNya dan terekam dalam al-Quran. Jadi tak perlu ragu akan keabsahan doa tersebut. Allah swt yang menjadikan anak kita soleh, maka banyak-banyaklah berdoa kepada-Nya. Orang tua, lingkungan, dan cara mendidiknya hanyalah usaha manusia dan perantaranya.
 
Sahabat muslimah Indonesia. Mari berbagi untuk kebaikan dengan membagikan artikel doa meminta anak saleh dan salehah ini.


Sumber : muslimah-id.com

7 Amalan Yang Dapat Menghapuskan Dosa Seumur Hidup. Apa Saja Itu?

Berdakwahselalu - Tumpukan dosa yang menggumpal bukan 
berarti tak bisa dihapus. Beragam kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas mampu meleburnya. Selama dosa tersebut bukanlah dosa besar yang menyebabkan kekafiran. Sebab kekafiran hanya bisa diganti dengan kembali dalam pelukan Islam.

Berikut ini adalah 7 amalan yang dapat menghapuskan dosa. Apa saja itu?
 

7 Amalan Yang Dapat Menghapuskan Dosa Seumur Hidup. Apa Saja Itu?
Sumber : blogkhususdoa.com
1. Taubat

Kesalahan bisa dilakukan siapa saja. Tak terkecuali ahli ibadah sekalipun. Karenanya, orang yang terbaik bukan mereka yang tak pernah terjerembab dalam kekeliruan. Tapi, mereka yang selalu menyadari kesalahannya, lalu bertaubat. Dan tidak menunda taubatnya walau sedetik pun.

“Langsung bertaubat dari dosa,” tutur Imam Ibnul Qayyim, “merupakan keharusan yang tak bisa ditunda-tunda. Jika taubat ditunda, ia akan memunculkan maksiat lain akibat penundaan itu.”

Begitu pentingnya taubat karena ia adalah gerbang segala ampunan. Ia adalah wujud pengakuan hamba atas dosanya, dan jembatan pengakuan Allah bagi ampunan-Nya. Taubatlah yang menjadi kunci kebaikan untuk menghapus dosa kesalahan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman, “…Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Furqan: 70).

2. Sedekah

Setelah gerbang ampunan terbuka, ibadah berikutnya yang bisa melebur dosa adalah sedekah. Baik yang dilakukan dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Allah berfirman, “Jika kamu menampakkan sedekah(mu) maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kamu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Baqarah: 271).

Rasulullah Saw bersabda, “…sedekah itu mematikan (melebur) kesalahan dan takwa itu membunuh kesalahan seperti air memadamkan api.” (H.r. Thabrani).

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Menurut terminologi syariah, pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, baik hukum maupun ketentuan-ketentuan umum lainnya. Hanya saja, jika infak cenderung berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas. Sedekah enyangkut juga hal yang bersifat non-materi. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah Saw menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-istri, atau melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar termasuk sedekah. Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Muslim, 
Rasulullah Saw menyebutkan bahwa tersenyum kepada saudara yang lain itu sedekah.

3. Jihad

Ibadah lainnya yang masih berkaitan langsung dengan harta dan pahalanya mampu melebur dosa adalah jihad. Jihad di jalan Allah yang dilakukan dengan ikhlas dapat melebur dosa. Baik yang dilakukan dengan harta maupun jiwa. “…(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan ke dalam surga…” (QS. ash-Shaff: 11-12).

Karenanya, para sahabat Rasulullah saw selalu berlomba menyambut seruan jihad. Kendati mereka sudah menginfakkan harta, tapi itu tak membuat mereka puas untuk tidak ikut berjuang di jalan Allah. Bagi mereka, syahid di jalan Allah adalah kunci utama untuk mendapatkan ampunan Allah.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mati syahid akan diampuni dosanya pada percikan darah yang pertama, dan akan dikawinkan dengan dua bidadari dan akan memberi syafaat tujuh puluh dari anggota keluarganya…,” (H.r. Thabrani).

4. Wudhu

Bagi mereka yang tidak sempat berjihad bukan berarti pintu melebur dosa tertutup. Ibadah sehari-hari yang kita lakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntutan Rasulullah saw, juga bisa menghapus dosa.

Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Sedangkan shalatnya, jalannya menuju masjid adalah amalan tambahan,” (H.r. Muslim dan Nasa’i).”

5. Shalat

Selain itu, shalat merupakan kaffarah (penebus) dosa dan kesalahan seorang hamba. Perumpamaan orang yang melakukan shalat lima waktu sehari semalam ibarat orang yang di depan rumahnya mengalir sungai dan ia mandi lima kali sehari. Tak akan ada kotoran yang tersisa. “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengan shalat itu Allah akan melebur kesalahan-kesalahan (hamba-Nya),” ujar Rasulullah saw seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi bahwa Rasulullah saw menegaskan, “Shalat lima waktu, shalat Jum’at menuju Jum’at berikutnya adalah pelebur dosa di antara mereka, selama dosa-dosa besar tidak dilanggar.”

6. Puasa

Ibadah puasa yang dilakukan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap ridha Allah pun bisa melebur dosa. “Sesiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas (mencari pahala karena Allah) maka diampunilah dosanya yang sudah lewat.” (H.r. Bukhari Muslim).

Apalagi jika puasa Ramadhan diikuti dengan puasa Syawal enam hari setelahnya. “Sesiapa yang puasa Ramadhan dan mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan ibunya,” demikian sabda Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath-nya.

Puasa ayyamul bidh (tiga hari setiap pertengahan bulan hijriyah) juga bisa menjadi pelebur dosa. Dalam Mu’jam al-Kabir-nya Thabrani meriwayatkan, dari Maimunah binti Sa’ad bahwa Rasulullah saw bersabda, “Dari setiap bulan tiga hari, siapa saja yang mampu melaksanakannya, maka (pahala) setiap harinya bisa melebur sepuluh kali kesalahan dan dia bersih dari dosa seperti air membersihkan pakaian.”

7. Haji

Kalau ibadah harian (seperti shalat), bulanan (seperti puasa sunnah), atau tahunan (seperti puasa Ramadhan) mampu melebur dosa, begitu juga dengan ibadah haji yang diwajibkan sekali seumur hidup bagi yang mampu.

Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa yang melaksanakan haji, lalu tidak berbicara kotor dan tidak fasik, dia akan kembali (diampuni) dari dosanya sebagai mana ia dilahirkan ibunya,” (H.r. Bukhari Muslim).

Begitulah kesempurnaan Islam dan keutamaan umat Nabi Muhammad. Hari-harinya penuh dengan pahala yang mampu melebur dosa kesalahannya.

Semoga dosa-dosa kita dihapus dan diampuni oleh-Nya. Aamiin.

Sumber : blog.setiabuku.com

Kisah Rombongan Jin Masuk Islam Setelah Mendengar Lantunan Ayat Al Qur'an Dari Rasulullah Yang Membuat Terharu

berdakwahselalu - “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia
melainkan untuk mengabdi kepada-Ku.” (QS.Al-Dzariyat:56)


Dari ayat ini sebenarnya sudah jelas bahwa jin juga mukallaf, yakni jin juga diberikan tugas menjalankan syariat dan bertanggung jawab atas tindakannya di alam jin itu sendiri. Bahkan, dalam beberapa referensi, mereka (baca: bangsa jin)juga melaksanakan sholat, berpuasa dan berhaji.


Kisah Rombongan Jin Masuk Islam Setelah Mendengar Lantunan Ayat Al Qur'an Dari Rasulullah Yang Membuat Terharu
Sumber : google.com
Hal ini ditegaskan oleh Abu Azka Fathin Mazayasyah dan Ummi Alhan Rahmadhan M dalam Bercinta dengan Jin bahwa, jin itu juga sama seperti manusia. Mereka bahkan juga berlomba-lomba untuk beribadah dan ikut belajar pada manusia, jin juga menganut berbagai agama seperti Islam, Kristen, Budha, Nasrani dan sebagainya.

Di jaman Rasulullah SAW, ada suatu cerita di mana Rasul mengislamkan jin. Ketika itu, Rasul sedang membaca Al-Qur’an. Suatu ketika, para jin ingin mencuri informasi dari langit, namun kemudian terhalang oleh sesuatu yang tak mereka ketahui. Jin tersebut dilempari pancaran api dari bumi sehingga mereka kembali ke kaumnya dan tidak mendapat informasi dari langit. Kaum jin itu heran karena jin utusannya tidak jadi ke langit kemudian mereka ditanyakan oleh kaum 
jin itu.

“Ada apa dengan kalian semua? Mengapa kalian kembali lagi sebelum memperoleh rahasia langit?,” tanya kaum jin.
Kemudian jin utusan menjawab: “Kami dilempari dengan pancaran api, kami takut, makanya kami kembali untuk melaporkan masalah ini.”
Lalu, kaum jin itu berkata: “Hal itu tidak mungkin terjadi begitu saja. Pastilah terjadi sesuatu yang sangat penting. Coba kalian mendekati pancaran api tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi di sana”.

Maka, rombongan jin pun berangkat untuk mencari sumber penyebab dari kejadian yang tengah menimpa mereka.

Bertempat di Tihamah, mereka kemudian mendekati pancaran api tersebut, lalu terdengarlah lantunan ayat Al-Qur’an yang dibacakan Rasulullah SAW ketika beliah tengah menunaikan ibadah Shalat Subuh bersama para sahabatnya.

Para jin itu pun kemudian berhenti dan menyimak ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan Rasulullah SAW. Setelah mereka lama mendengarkan, para jin pun berkata: “Inilah penyebab kita semua jadi terhalang untuk mendengarkan berita dari langit”.

Kemudian kembalilah para jin tersebut ke tempat kaumnya seraya menceritakan apa yang mereka alami itu.
“Kami telah mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang amat mengagumkan. Ayat-ayat itu memberi petunjuk pada kebenaran. Sungguh, kami telah beriman kepadanya dan tidak akan menyekutukan sesuatu pun denga Tuhan kita.”


Kisah ini terjadi pada zaman Rasulullah yang diambil dari riwayat Ibnu Abbas yang menjadi tonggak sejarah bagi bangsa jin. Karena setelah kejadian itu, sebagian dari bangsa jin mulai belajar agama Islam kepada Rasulullah SAW. Bahkan itu menjadi cikal-bakal adanya “identitas” jin muslim. Dikatakan demikian karena sebagian bangsa jin ada yang mengikuti syariat Nabi seperti shalat, bersedekah, puasa, berhaji bagi bangsa jin yang menganut agama Islam. Sementara yang tidak melakukan syariat itu juga dianggap jin kafir, padahal mereka juga mempunyai tanggung jawab untuk menjalankan syariat (taklif).

Inilah salah satu kisah nyata yang terjadi dalam bangsa jin. Selain itu, sebenarnya masih banyak kisah yang menjelaskan bahwa sebenarnya bangsa jin juga memiliki kehidupan yang sama seperti layaknya manusia. Mereka juga mempunyai rumah, kantor, pasar dan lain sebagainya. Walaupun mereka tidak menggoda manusia seperti dilakukan syaitan, tetapi sebagian dari mereka menakut-nakuti manusia agar mau mengikuti apa yang mereka perintahkan. Wallahu a’lam bisshawab… 

Semoga bermanfaat…

Sumber : media.ikhram.com

Jika Anda Amalkan 3 Amalan Ini Niscaya Umur Anda Akan di Perpanjang

Berdakwahselalu- Setiap mahluk hidup pastinya akan 
merasakan datangnya hari kematian. Kematian menjadi sesuatu hal yang tak bisa ditawar dan dielakan siapa pun karena sudah ditakdirkan oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman;
 
"Dan Allah tidak akan memundurkan waktu kematian seseorang jika sudah sampai pada ajalnya, dan Allah maha teliti akan amal-amal yang kalian kerjakan". (QS Al Munafiqun: 11)
 
"Dan setiap umat ada ajalnya. Maka jika telah sampai ajal mereka, tidak mereka bisa memintanya supaya diakhirkan walau sesaat dan tidak pula bisa meminta supaya disegerakan". (QS Al Araf: 34)
 
Jika Anda Amalkan 3 Amalan Ini Niscaya Umur Anda Akan di Perpanjang
Sumber : berita.suaramereka.com
Namun tahu kah kalian jika kematian sebenarnya bisa ditunda dengan beberapa amalan. Menunda kematian disini bukan berarti menentang ketentuan mutlak Allah SWT, tetapi dimaksudkan walaupun raga kita telah tiada namun kebaikan amal yang kita tanam tetap dapat dirasakan manfaatnya.

Walaupun hakikatnya kita sudah mati, namun kemanfaatan diri kita masih dapat dirasakan seakan-akan kita belum tiada. Dengan demikian, walaupun kematian tidak bisa dielakkan namun amalan 'penunda kematian' ini bisa menjadi jalan bagi kita untuk meraih predikat manusia terbaik di hadapan Allah SWT.

Lantas amalan-amalan apa sajakah yang dimaksud? Yang pertama adalah bersedekah.

Rasulullah SAW bersabda;

"Sesungguhnya sedekah seorang muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su’ul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran, dan sifat berbangga diri darinya”. (HR Thabrani)

Mringankan tangan dengan melakukan sedekah dengan ikhlas, niscahya penjelesan dalam hadis di atas akan kita nikmati sepanjang hayat.

Yang kedua adalah Berbakti Kepada Kedua Orang Tua. Rasulullah SAW bersabda;

"Barangsiapa senang (berharap) Allah memperpanjang umurnya dan menambah rizkinya maka hendaklah berbakti pada kedua orang tuanya dan menyambung hubungan sanak famili". (HR Al Baihaqi)

Betap luar bisanya jika kita bisa berbakti kepada orang tua, apalagi jika kita mendapati kedua orang tua yang sudah lanjut usia. Maka memelihara mereka dengan sebaik baiknya perilaku seorang anak yang baik bisa menjadi ladang amal menuju surga yang diridhoi.

Yang terakhir adalah amalan menjalin dan mempererat tali silahturahmi. Rasulullah SAW bersabda;

"Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang, maka hendaklah ia bersilaturahmi". (HR Bukhari).

Jadi silaturhami dianjurkan karena dapat meluaskan rezeki dan memperpanjang umur hidup semata mata untuk memperbaiki diri. Untuk tiu kebaikan dari silahturahmi dapat dipetik kelak hingga kita sudah tiada.

Sumber : dream.co.id
Powered by Blogger.