KISAH SI TUKANG BATU | CERITA TELADAN

Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.

Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.

Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”
Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”

Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasul pun menggenggam tangan itu dan menciumnya seraya bersabda,

“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya’.

Rasulullah tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun. Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.

Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.” Mendengar itu Rasul pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)

Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin terhadap para pemalas.

”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)


”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

3 AMALAN PEMUDA AHLI SURGA | CERITA TELADAN

Di salah satu sudut Masjid Nabawi terdapat satu ruang yang kini digunakan sebagai ruang khadimat. Dahulu di tempat itulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalaam senantiasa berkumpul bermusyawarah bersama para Shahabatnya radhiallaahu ‘anhum. Di sana Beliau SAW memberi taushiyyah, bermudzakarah, dan ta’lim.

Suatu ketika, saat Rasulullah SAW memberikan taushiyyahnya, tiba-tiba Beliau SAW berucap, “Sebentar lagi akan datang seorang pemuda ahli surga.”

Para Shahabat r.hum pun saling bertatapan, di sana ada Abu Bakar Ash Shiddiqradhiallaahu ‘anhu, Utsman bin Affanradhiallaahu ‘anhu, Umar bin Khattabradhiallaahu ‘anhu, dan beberapa Shahabat lainnya.

Tak lama kemudian, datanglah seorang pemuda yang sederhana. Pakaiannya sederhana, penampilannya sederhana, wajahnya masih basah dengan air wudhu. Di tangan kirinya menenteng sandalnya yang sederhana pula.

Di kesempatan lain, ketika Rasulullah SAW berkumpul dengan para Shahabatnya, Beliau SAW pun berucap, “Sebentar lagi kalian akan melihat seorang pemuda ahli surga.” Dan pemuda sederhana itu datang lagi, dengan keadaan yang masih tetap sama, sederhana.

Para Shahabat yang berkumpul pun terheran-heran, siapa dengan pemuda sederhana itu? Bahkan hingga ketiga kalinya Rasulullah SAW mengatakan hal yang serupa. Bahwa pemuda sederhana itu adalah seorang ahli surga.

Seorang Shahabat, Mu’adz bin Jabbalradhiallaahu ‘anhupun merasa penasaran. Amalan apa yang dimilikinya sampai-sampai Rasul menyebutnya pemuda ahli surga?

Maka Mu’adzradhiallaahu’anhu berusaha mencari tahu. Ia berdalih sedang berselisih dengan ayahnya dan meminta izin untuk menginap beberapa malam di kediaman si pemuda tersebut. Si pemuda pun mengizinkan. Dan mulai saat itu Mu’adz mengamati setiap amalan pemuda tersebut.
Malam pertama, ketika Mu’adz bangun untuk tahajud, pemuda tersebut masih terlelap hingga datang waktu shubuh. Ba’da shubuh, mereka bertilawah. Diamatinya bacaan pemuda tersebut yang masih terbata-bata, dan tidak begitu fasih. Ketika masuk waktu dhuha, Mu’adz bergegas menunaikan shalat dhuha, sementara pemuda itu tidak.

Keesokkannya, Mu’adz kembali mengamati amalan pemuda tersebut. Malam tanpa tahajjud, bacaan tilawah terbata-bata dan tidak begitu fasih, serta di pagi harinya tidak shalat dhuha.
Begitu pun di hari ketiga, amalan pemuda itu masih tetap sama. Bahkan di hari itu Mu’adz shaum sunnah, sedangkan pemuda itu tidak shaum sunnah.

Mu’adz pun semakin heran dengan ucapan Rasulullah SAW. Tidak ada yang istimewa dari amalan pemuda itu, tetapi Beliau SAW menyebutnya sebagai pemuda ahli surga. Hingga Mu’adz pun langsung mengungkapkan keheranannya pada pemuda itu.

“Wahai Saudaraku, sesungguhnya Rasulullah SAW menyebut-nyebut engkau sebagai pemuda ahli surga. Tetapi setelah aku amati, tidak ada amalan istimewa yang engkau amalkan. Engkau tidak tahajjud, bacaanmu pun tidak begitu fasih, pagi hari pun kau lalui tanpa shalat dhuha, bahkan shaum sunnah pun tidak. Lalu amal apa yang engkau miliki sehingga Rasul SAW menyebutmu sebagai ahli surga?”

“Saudaraku, aku memang belum mampu tahajjud. Bacaanku pun tidak fasih. Aku juga belum mampu shalat dhuha. Dan aku pun belum mampu untuk shaum sunnah. Tetapi ketahuilah, sudah beberapa minggu ini aku berusaha untuk menjaga tiga amalan yang baru mampu aku amalkan.”

“Amalan apakah itu?”

“Pertama, aku berusaha untuk tidak menyakiti orang lain. Sekecil apapun, aku berusaha untuk tidak menyinggung perasaan orang lain. Baik itu kepada ibu bapakku, istri dan anak-anakku, kerabatku, tetanggaku, dan semua orang yang hidup di sekelilingku. Aku tak ingin mereka tersakiti atau bahkan tersinggung oleh ucapan dan perbuatanku.”

“Subhanallah… kemudian apa?”

“Yang kedua, aku berusaha untuk tidak marah dan memaafkan. Karena yang aku tahu bahwa Rasullullah tidak suka marah dan mudah memaafkan.”

“Subhanallah…lalu kemudian?”

“Dan yang terakhir, aku berusaha untuk menjaga tali shilaturrahim. Menjalin hubungan baik dengan siapapun. Dan menyambungkan kembali tali shilaturrahim yang terputus.”

“Demi Allah… Engkau benar-benar ahli surga. Ketiga amalan yang engkau sebut itulah amalan yang paling sulit aku amalkan.”

Wallahu a’lam bi shawwab.

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

KEJUJURAN KA’AB BIN MALIK | KISAH SAHABAT

Ka’ab bin Malik RA adalah salah satu sahabat Nabi SAW yang tidak ikut berperang dalam Perang Tabuk. Penyebabnya, karena terlena dengan urusan dunia yang menjadikannya tertinggal dan tidak ikut berperang bersama Nabi SAW. Ketika perang selesai dan berita kepulangan Nabi SAW tersiar, Ka’ab dihantui kerisauan.

Terbetik dalam dirinya untuk berbohong, agar terhindar dari kemarahan Rasulullah SAW. Namun, ia tak berani berbohong. Ia membulatkan tekad untuk berkata jujur. Setelah Nabi SAW tiba, Ka’ab segera menghadap Nabi SAW. Beliau tersenyum hambar sambil memalingkan wajahnya yang mulia.

Ka’ab berkata, “Wahai Rasulullah, engkau telah berpaling dari saya. Demi Allah, saya bukanlah orang munafik dan saya meyakini keimanan saya. Beliau bersabda, “Kemarilah, mengapa engkau tidak ikut berperang, bukankah engkau sudah membeli unta sebagai kendaraan?” Ka’ab pun menjawab: “Ya Rasulullah, kalau kepada orang lain sudah tentu saya dapat memberikan berbagai alasan agar ia tidak marah, karena Allah telah mengaruniakan kepada saya kepandaian berbicara. Tetapi kepada engkau, walaupun saya dapat memberikan keterangan dusta yang dapat memuaskan hatimu, sudah tentu Allah akan murka kepadaku.”

Ka’ab menambahkan, “Sebaliknya jika saya berkata jujur sehingga engkau marah, saya yakin Allah akan menghilangkan kemarahan engkau. Maka, saya akan berkata dengan sejujurnya. “Demi Allah, saya tidak memiliki halangan apa pun. Seperti halnya orang lain, saya berada dalam keadaan lapang dan bebas. Bahkan, pada saat ini saya memiliki kesempatan yang lebih baik daripada masa-masa sebelumnya.”

Rasulullah SAW bersabda: “Engkau telah berkata jujur, berdirilah, Allah akan memutuskan segala urusanmu.” Setelah itu, Ka’ab meninggalkan Nabi SAW dan pulang ke rumahnya. Dalam masa penantian menunggu keputusan Allah SWT, Ka’ab dilarang berbicara pada siapa pun dan ia juga diperintahkan untuk menjauhi istrinya. Orang-orang pun menjauhinya dan mengucilkannya seakan-akan dunia menolaknya. Bukan hanya itu, saudaranya pun tidak mau berbicara kepadanya dan bahkan ada orang yang mengajaknya keluar dari agama Islam. Semua ini menjadikan Ka’ab sangat bersedih.


Pada hari yang ke-50, kabar gembira pun datang kepadanya, bahwa Allah menerima tobat Ka’ab dan dua sahabatnya. Dengan hati gembira Ka’ab datang menghadap Nabi SAW. Beliau bersabda, “Bergembiralah dengan meraih saat yang penuh kebaikan, yang belum pernah kau lalui sejak engkau dilahirkan ibumu.” Sebagai rasa syukur Ka’ab pun menyedekahkan sebagian hartanya dan ia berkata, “Ya Rasulullah, Allah sungguh telah menyelamatkan diriku dengan kejujuran, maka sebagai bagian dari pertobatanku, aku tidak akan berbicara kecuali dengan kejujuran selama sisa hidupku.”

Ini Dia 9 Kelompok Manusia Yang di Bangkitkan Dihari Kiamat, Kamu Termasuk Kelompok Yang Mana?

Berdakwahselalu - Pada saat sangkakala ditiup pada tiupan pertama, maka berguncanglah bumi dan langit. Pada saat itu juga maka semua makhluk baik yang ada di langit dan di bumi akan merasa panik dan ketakutan. Bumi berguncang dengan guncangan yang dahsyat dan gunung-gunung beterbangan.

Kemudian pada tiupan kedua, maka seluruh makhluk yang bernyawa pasti akan mati. Baik itu manusia, jin, bahkan malaikat. Bahkan dikisahkan malaikat Izrail juga akan mati pada tiupan kedua ini. Dan kemudian pada tiupan ketiga, Allah akan membangkitkan seluruh makhluk untuk dihisab dan dimintai pertanggung jawabannya ketika hidup di dunia.

Ini Dia 9 Kelompok Manusia Yang di Bangkitkan Dihari Kiamat, Kamu Termasuk Kelompok Yang Mana?
Sumber: Makintau.com
Saat dibangkitkan, manusia akan dikelompokkan menjadi berkelompok-kelompok dengan berbagai macam rupa dan bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan amal ibadahnya. Hal ini tertera dalam hadits berikut ini, pada suatu ketika Mu'adz menghadap Rasulullah SAW dan menanyakan tentang makna firman Allah SWT:

"yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok," [QS. An-Naba ayat 18]

Mendengar pertanyaan tersebut, seketika Rasulullah mendadak menangis tersedu-sedu hingga pakaiannya basah karena air matanya. Kemudian Rasulullah berkata, "Wahai Mu'adz, pertanyaanmu sangat dalam, tentang urusan yang sangat penting. Saat itu, umatku dihimpun menjadi beberapa kelompok", dengan perincian sebagai berikut:

Kelompok Pertama

Umatku dibangkitkan dari kubur tanpa tangan dan kaki, hal itu disebabkan pada semasa hidupnya ia selalu mengganggu dan menyakiti tetangganya. Keadaan seperti itu adalah balasan bagi mereka, dan neraka adalah tempat kembali mereka. Sebagaimana firman Allah SWT yang menyuruh kita untuk saling berbuat baik:

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri," [QS. An-Nisa ayat 36]

Kelompok Kedua

Kelompok kedua ini adalah mereka yang dibangkitkan dari kubur dalam keadaan berbentuk seperti babi hutan, ini dikarenakan mereka semasa hidupnya yang suka mengabaikan shalat, meremehkannya atau lalai dalam shalatnya. Allah SWT berfirman:

"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya," [QS. Am-Ma'un ayat 4-5]

Kelompok Ketiga

Kelompok ketiga yaitu umatku dibangkitkan dari alam kubur dalam keadaan perutnya membesar bagaikan bukit, penuh ular dan kalajengking. Mereka seperti keledai, hal itu dikarenakan akibat dari perbuatannya yang suka menangguhkan pembayaran zakat, neraka adalah tempatnya.

Kelompok Keempat

Kelompok keempat ini dibangkitkan dari kubu dengan mulut 
mengeluarkan darah segar. Ini akibat dia suka berdusta dalam jual beli, itulah balasannya dan neraka adalah tempat tinggalnya. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih." [QS. Ali Imran ayat 77]

Kelompok Kelima

Mereka dari umatku itu bangkit dari alam kuburnya dengan bentuk angin berbau busuk di antara manusia. Ini akibat suka merahasiakan perbuatan maksiat kepada masyarakat, takut terbongkar, namun tidak ada rasa takut terhadap Allah, itulah balasan untuk mereka dan neraka adalah tempatnya.

Allah SWT berfirman:

"mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan." [QS. An-Nisa' ayat 108]

Kelompok Keenam

Adalah mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dengan tidak memiliki lidah, darah dan nanah mengalir dari rongga mulutnya. Hal ini diakibatkan karena mereka suka menyembunikan persaksian yang benar, itulah balasan bagi mereka dan neraka adalah tempatnya.

Kelompok Ketujuh

Mereka dibangkitkan dari alam kubur dalam keadaan terjungkir, kepala dibawah dan kaki diatas. Ini adalah hukuman bagi mereka yang berbuat zina dan mati dalam keadaan tidak bertaubat, dan tempatnya adalah neraka.

Allah berfirman:

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." [QS. Al-Isra ayat 32]

Kelompok Kedelapan

Mereka dibangkitkan dari alam kubur dengan wajah hitam, bola matanya biru dan perut penuh dengan bara api, ini karena mereka suka menyantap harta anak yati, dengan cara yang tidak sah. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." [QS. An-Nisa ayat 10]

Kelompok Kesembilan

Adalah mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dengan marah dan hati yang buta, giginya terlihat seperti lembu jantan, bibirnya menjulur ke dada, lidahnya memanjang sampai perut, bahkan ada yang sampai ke paha, sementara kotorannya mengalir dari perut mereka. Inilah rupa bagi mereka para pemabuk yang suka mabuk-mabukan, dan tempat yang layak bagi mereka adalah neraka.

Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." [QS. Al-Maidah ayat 90]

Sedangkan bagi orang-orang beriman.

Mereka dibangkitkan dari kuburnya dengan wajah bercahaya, seperti sinar bulan purnama melewati sirath al-Mustaqim. Secepat kilat menyambar angin Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan,

"Mereka adalah orang-orang yang melakukan amal kebajikan, menjauhi segala kemaksiatan, rajin memenuhi panggilan shalat, dan mati sesudah bertobat. Maka ganjaran mereka adalah: pengampunan, rahmat, dan ridha, serta surga dari Allah Ta'ala"

Demikianlah keadaan manusia ketika menjelang hisabnya. Maka dari itu, mari kita jauhi segala hal yang dilarang oleh Allah SWT dan menjalankan apa yang Allah perintahkan kepada kita semua agar kelak di hari kiamat kita mendapatkan perlindungan-Nya. Amin. 

Sumber: Makintau.com

Wajib Tahu: Bacalah 4 Ayat Ini Saat Hamil, Niscaya Proses Melahirkan Berlangsung Mudah

Jalantauhid - Proses melahirkan merupakan bagian
paling berat yang harus dihadapi oleh ibu yang tengah mengandung. Dibutuhkan pengorbanan yang sangat luar biasa dari seorang ibu ketika menjalani proses ini. Bahkan mereka harus mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan sang buah hati.

Meskipun sudah melakukan berbagai cara untuk mewujudkan persalinan normal yang mudah dan lancar. Tidak jarang banyak ibu yang mengandung akhirnya terpaksa dioperasi karena sulitnya menjalani persalinan.  


Wajib Tahu: Bacalah 4 Ayat Ini Saat Hamil, Niscaya Proses Melahirkan Berlangsung Mudah
Sumber: Infoyunik.com
Ternyata, di dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat yang apabila dibaca agar bisa melahirkan dengan mudah. Ayat apa sajakah itu? Berikut ini ulasan selengkapnya untuk kaum muslimin agar bisa diamalkan.

1. QS. Ar-Ra’d: 8
Ayat pertama yang bisa dibaca untuk memudahkan ibu ketika hari persalinan terdapat dalam QS. Ar-Ra’d ayat 8.

“Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya”

Tidak seorangpun yang telah ditetapkan berumur panjang, kecuali telah ditetapkan Allah lebih dahulu dan tertulis di Lohmahfuz, tidak akan bertambah dan tidak akan berkurang. Oleh sebab itu, ketika dalam masa persalinan senantiasalah berdoa hanya kepada Allah SWT agar diberi kemudahan. Sebab Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

2. QS. Fathir: 11
Ayat yang harus dibaca selanjutnya ketika hendak ataupun dalam proses persalinan adalah QS. Fathir ayat 11. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan Allah menciptakan 
kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.”

Dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan mengenai kejadian Adam yang diciptakan langsung dari tanah, kemudian keturunannya dijadikan dari mani yang pada hakikatnya juga berasal dari tanah, karena mani itu berasal dari makanan dan makanan yang berupa beras, sayur-sayuran dan lain-lain berasal dari tanah. Kemudian mereka dijadikan berpasang-pasangan, terdiri dari laki-laki dan wanita. Tidak seorang perempuan yang mengandung atau melahirkan kecuali semuanya diketahui oleh Allah SWT, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Oleh sebab itu, serahkan semua kepada Allah dan percayalah bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. 

3. QS. An-Nahl: 78
Ketika hendak melahirkan atau sedang dalam prosesi lahiran, bacalah QS. An-Nahl ayat 78 ini agar Allah memudahkan  segala sesuatunya. Allah SWT berfirman yang artinya:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”

4. QS.  Al-Zalzalah: 1 - 8
Ayat terakhir yang dianjurkan untuk dibaca ketika menghadapi persalinan agar dimudahkan terdapat dalam QS. Al-Zalzalah ayat 1-8. Allah SWT berfirman yang artinya:

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

Demikianlah ulasan mengenai empat Ayat yang dianjurkan untuk dibaca agar bisa melahirkan dengan mudah. Selain itu, agar mempermudah prosesi persalinan, mintalah kepada suami untuk melakukan amalan-amalan berupa Sholat Fardlu atau Sholat Hajjat adalah Surat Al-Fatihah, Surat Maryam, Ayat Kursi dan perbanyak membaca Istighfar, Sholawat Nabi dan Hamdalah. Semoga ayat-ayat tersebut bisa membuat ibu dan janin dalam kandungan semakin dekat dengan Allah serta diberi kemudahan dalam melahirkan. 

Sumber: Infoyunik.com

Inilah 5 Tindakan Suami-Istri yang Akan Mendatangkan Pahala Besar

Jalantauhid - Sungguh bahagia pasangan yang sudah
mengikat janji suci dalam mahligai pernikahan. Selain bernillai ibadah, Islam juga sangat menjunjung tinggi pahala bagi mereka yang sudah menikah. Terlebih lagi bagi mereka yang menjalani hubungan berlandaskan syariat.

Banyak hal yang dilakukan pasangan suami istri untuk mewujudkan keluarga yang senantiasa berada di jalan Allah. Mulai dari beribadah bersama, mendidik buah hati mereka menjadi anak yang beriman, dan lain sebagainya. 


Inilah 5 Tindakan Suami-Istri yang Akan Mendatangkan Pahala Besar
Sumber: Infoyunik.com
Namun ternyata, selain melaksanakan hal tersebut ada perbuatan-perbuatan sepele yang mungkin jarang dilakukan oleh suami dan istri namun memiliki keistimewaan di mata Allah SWT. Perbuatan seperti apakah itu? Berikut ulasan selengkapnya.

1. Saling Memandang
Hal sepele pertama yang ternyata memiliki nilai besar di mata Allah SWT adalah ketika suami dan istri saling memandang. Mungkin hal ini terkesan remeh dan sepele, sehingga banyak orang yang merasa tidak perlu untuk melakukannnya. Bahkan setelah menikah, mereka jadi kikuk untuk melakukan hal tersebut terhadap pasangannya. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya,” kata Nabi Saw. menjelaskan, “maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)

2. Bergenggaman Tangan
Mungkin banyak pasangan yang enggan untuk menggenggam satu sama lainn ketika berjalan ataupun berada di 
dalam rumah. Padahal jika diketahui, ada pahala luar biasa dari Allah SWT. Ternyata menggenggam tangan pasangan bisa menghapuskan dosa. Pernyataan ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW.

“…Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jari-jema-rinya.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)

3. Membelai Istri
Selain menggenggam tangan satu sama lain, ternyata tindakan sepele yang mendatangkan pahala dari Allah SWT adalah membelai istri. Hal ini kerap kali dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada istrinya. Beliau senantiasa memberikan hak istri yakni untuk diperhatikan dan dimanja dengan belaian kasih sayang.

“Rasululloh SAW biasa setiap hari tidak melupakan untuk mengunjungi kami (para istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampirinya dan membelainya, sekalipun tidak mencampurinya, sehingga sampai ke tempat istri yang tiba gilirannya, lalu bermalam di situ.” (HR. Abu Dawud)

4. Membantu Pekerjaan Istri di Rumah
Hal sepele selanjutnya yang mendatangkan pahala dari Allah SWT adalah dengan membantu pekerjaan istri di rumah. Mungkin banyak suami yang enggan dan gengsi melakukan tindakan ini karena menganggap semua itu merupakan kewajiban istri saja. Namun sebenarnya membantu pekerjaan istri di rumah itu merupakan salah satu sunah Rasulullah..

Al-Aswad bin Yazid bertanya kepada Aisyah, “Apa yang biasa dilakukan Nabi s.a.w. di dalam rumah?” Aisyah menjawab, “Beliau biasa membantu pekerjaan istrinya. Bila tiba waktu shalat, beliau pun keluar untuk mengerjakan shalat”. [H.R. Bukhari]

5. Bercanda Antar Pasutri dan Anak
Hal terakhir yang mendatangkan pahala dari Allah SWT namun dianggap sepele oleh pasangan suami istri adalah bercanda antar pasangan dan anak mereka. Mungkin ada orangtua yang selalu memang tampang sangar di depan pasangan masing-masing dan buah hatinya. Namun, mulai sekarang hindarilah hal tersebut dan tertawalah bersama karena hal ini tidak dihitung sebagai kesia-siaan. 

”Segala sesuatu yang dijadikan permainan oleh anak Adam adalah bathil, kecuali tiga perkara, melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (mula’abah) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir , Silsilah As-Shahihah no. 309) (8/7).

Demikianlah ulasan mengenai perbuatan-perbuatan sepele suami istri yang mendatangkan pahala besar dari Allah SWT bahkan menjadi sunnah Rasulullah SAW. Setelah mengetahui hal ini mungkin akan banyak pasangan suami istri yang mempraktekkan di rumah agar rumah tangga mereka semakin harmonis. 

Sumber: Infoyunik.com

Inilah 7 Manfaat dan Ibadah Berhubungan Suami Istri di Pagi Hari

Berdakwahselalu - Manfaat hubungan suami istri di pagi hari harus diketahui agar mendapatkan manfaat tersebut. Meskipun malam hari adalah waktu favorit bagi kebanyakan suami istri untuk berhubungan. Hal ini dikarenakan pada malam hari, segala pekerjaan telah terselesaikan. Tapi, ternyata berhubungan suami istri memberikan manfaat ketika dilakukan pada pagi hari.

Inilah 7 Manfaat dan Ibadah Berhubungan Suami Istri di Pagi Hari
Sumber: Kumpulanmisteri.com
Inilah 7 Manfaat dan Ibadah Berhubungan Suami Istri di Pagi Hari
Kebanyakan suami istri melakukan hubungan intim pada malam hari karena beberapa hal. Namun, melakukan hubungan ini pada pagi hari juga akan memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh ataupun psikis. Oleh karena itu, suami istri perlu melakukan hubungan suami istri pada pagi hari agar mendapatkan manfaat ini, yaitu:

1. Peningkatan kekebalan tubuh
Apabila melakukan hubungan suami istri pada pagi hari maka kekebalan tubuh akan meningkat. Hal ini dikarenakan aktivitas hubungan intim dapat memicu peningkatan produksi hormon oksitosin dan antibodi yakni IgA sehingga tubuh terlindungi dari berbagai macam penyakit, seperti flu. Oleh karena itu, hubungan suami istri pada pagi hari akan melindungi tubuh dari serangan virus, kuman, atau bakteri sepanjang harinya.

2. Kepercayaan terbangun
Dalam hubungan pernikahan, krisis kepercayaan pasti pernah dialami oleh setiap orang, terlebih bagi mereka yang baru menikah. Salah satu penyebab seseorang dalam krisis kepercayaan adalah berkurangnya hormon oksitosin. Apabila seseorang melakukan hubungan suami istri maka homon oksitosinnya akan meningkat sehingga rasa percaya itu dapat stabil kembali. Selain hal itu, rasa percaya muncul karena hubungan suami istri dapat meningkatkan kenyamanan dan kebahagiaan antara keduanya jika tata cara hubungan suami istri dalam Islam dilakukan dengan benar.


3. Mencegah penyakit
jantung
Hubungan suami istri tidak hanya bermanfaat untuk alat reproduksi saja tetapi juga untuk organ lain dalam tubuh. Salah satu organ yang mendapatkan manfaat ini adalah jantung. Hubungan suami istri memberikan manfaat pada pikiran agar tidak mudah stres. Selain itu, hubungan suami istri juga mempengaruhi kerja jantung sehingga menghindarkan kita dari stroke dan serangan jantung.

4. Memperbesar kesempatan hamil
Apabila pasangan suami istri belum juga dikaruniai anak, maka berhubungan suami istri pada pagi hari dapat dijadikan sebagai solusi. Hal ini dikarenakan pada pagi hari, kesehatan fisik suami dan istri lebih prima setelah istirahat dengan tidur semalam. Selain itu, pada pagi hari seorang pria dapat mengeluarkan sperma lebih banyak. Agar lebih mantap coba lafalkan doa hubungan suami istri dalam Islam agar cepat mendapatkan manfaat ini.

5. Mood menjadi lebih baik
Setiap orang memiliki mood masing-masing, ada yang mudah berubah, ada juga yang menetap baik ataupun buruk. Mood yang buruk pada pagi hari dapat berpengaruh pada bagaimana kita mejalani kegiatan seharian, bahkan menjadikan kita mudah tersinggung, mengeluh dan berpandangan negatif. Apabila kita melakukan hubungan suami istri pada pagi hari maka dapat menimbulkan kebahagiaan. Sehingga seharian mood baik akan terjaga.

6. Stres berkurang
Melakukan hubungan suami istri dapat meringankan beban kehidupan yang membuat kita stres. Hal ini pun menjadikan suami ataupun istri lebih bersemangat dan produktif dalam menjalani keseharian. Inilah manfaat berhubungan suami istri dalam Islam pada pagi hari.

7. Tekanan darah turun
Bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi, pelukan pada pagi hari dapat menurunkan tekanan darah diastolik. Cara ini sangat aman digunakan untuk mengurangi tekanan darah yang tinggi sehingga mendapatkan kesehatan tubuh yang baik.

Demikian manfaat hubungan suami istri di pagi hari yang bisa didapatkan dan dapat dicoba bagi pasangan yang sudah menikah.
 
Sumber: Kumpulanmisteri.com

Ketahui! Bacalah 3 Doa Ini Jika Ingin Punya Anak Shaleh Taat Beragama

Jalantauhid - Memiliki anak saleh dan salehah adalah
idaman semua orang tua yang masih sadar akan adanya hari akhir. Tak sedikit orang tua tak peduli dengan kesalihan anaknya. Ada juga mendidik anaknya dengan tujuan menjadi anak saleh salehah, tapi keliru cara mendidiknya. Ditambah lagi dengan godaan duniawi, seperti tontonan yang tidak mendidik dan pengaruh teknologi.

Ketahui!  Bacalah 3 Doa Ini Jika Ingin Punya Anak Shaleh Taat Beragama
Sumber : google.co.id
Alangkah indahnya memiliki anak saleh dan salehah. Orang tua tak perlu kawatir dengan bekal yang dibawanya sedikit atau banyak. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus, kecuali dari tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang berdoa kepadanya,” (H.R. Muslim). Hadis ini menunjukan, anak saleh dan salehah bisa membantu dengan doa kepada orang tuanya setelah orang tuanya meninggal. 
“Didiklah anakmu 25 tahun sebelum lahir”. Demikian arti sebuah ungkapan yang banyak menyebutnya sebagai salah satu hadis. Hadi atau bukan, yang jelas maksud dari kalimat tersebut adalah pentingnya memilih calon ibu, serta doa sebagai penunjang mendapatkan anak saleh dan salehah. Rasul saw bersabda, “Tidak ada yang dapat menolak ketentuan Allah swt selain doa. Dan Tidak ada yang dapat menambah umur seseorang selain (perbuatan) baik,” (H.R. Tirmidzi 2065).
 
Betapa hebat sebuah doa bahkan bisa menolak ketentuan yang sudah Allah Swt. tetapkan. Anggaplah anak kita (insya Allah) memang yang terbaik, tapi kita tak pernah tahu takdir Allah 
apa yang Dia tentukan kepada anak kita. Bisa takdir yang baik, bisa yang buruk. Doa kitalah yang akan membentenginya dari takdir yang buruk. Doa kitalah yang akan menjadikan anak kita menjadi anak terbaik di dunia dan akhirat. 
Konten Doa yang paling baik adalah yang terdapat dalam teks al-Quran atau hadis. Nah, berikut ini, admin akan menginformasikan doa untuk mendapatkan anak saleh dan salehah yang terkandung dalam al-Quran dan hadis. 
Pertama, doa Nabi Ibrahim as saat meminta anak saleh. Bunyinya “Robbi hablii min al-shoolihiin.” “Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh,” (Q.S. Ash-Shaffaat: 100). Doa ini sangat bagus dibacakan di atas perut ibu sang bayi saat kehamilannya. Namun demikian, bagus pula bagi para pemuda yang mencita citakan kelak akan mendapatkan anak saleh dan salehah, menjadikan doa ini sebagai wirid dalam kesehariannya.
 
Kedua, doa Nabi Dzakariya as yang ingin dianugerahkan anak yang baik. “Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa.” “Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa,” (Q.S. Ali Imron: 38). Banyak ulama yang menganjurkan agar doa ini ditupkan di telinga anak saat anak tertidur. Bisa juga menjadi wirid orang tua setelah shalat. (Baca: Agar anak gemar berolahraga)
 
Ketiga, doa meminta kebaikan pada anak dan istri. Bacakan doa ini setelah selesai melaksanakan shalat lima waktu, “Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.” “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa,” (Q.S. al-Furqon: 74).
 
Tiga doa tadi diajarkan oleh Allah swt, kepada nabiNya dan terekam dalam al-Quran. Jadi tak perlu ragu akan keabsahan doa tersebut. Allah swt yang menjadikan anak kita soleh, maka banyak-banyaklah berdoa kepada-Nya. Orang tua, lingkungan, dan cara mendidiknya hanyalah usaha manusia dan perantaranya.
 
Sahabat muslimah Indonesia. Mari berbagi untuk kebaikan dengan membagikan artikel doa meminta anak saleh dan salehah ini.


Sumber : muslimah-id.com
Powered by Blogger.